Pembukaan Festival Siti Nurbaya Meriah

PADANG, HALUAN — Acara pembukaan Festival Siti Nurbaya (FSN) Kamis (18/9) sore, ber­langsung meriah.  Iven pari­wisata Kota Padang terbesar ini digelar untuk ke­empat kalinya. Pembukaan ditandai dengan ditabuhnya gen­derang oleh Gubernur Suma­tera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Walikota Padang Emzalmi.

Gubernur mengatakan, meskipun Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah tidak bisa ikut menebuh gende­rang karena dinas ke Ban­dung, tetapi  festival ini  harus mampu mengangkat nilai-nilai positif pada adat dan budaya alam Minangkabau.

Pembukaan Festival Siti Nurbaya Meriah

PADANG, HALUAN — Acara pembukaan Festival Siti Nurbaya (FSN) Kamis (18/9) sore, ber­langsung meriah.  Iven pari­wisata Kota Padang terbesar ini digelar untuk ke­empat kalinya. Pembukaan ditandai dengan ditabuhnya gen­derang oleh Gubernur Suma­tera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Walikota Padang Emzalmi.

Gubernur mengatakan, meskipun Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah tidak bisa ikut menebuh gende­rang karena dinas ke Ban­dung, tetapi  festival ini  harus mampu mengangkat nilai-nilai positif pada adat dan budaya alam Minangkabau.

Gubernur Memalukan Orang Minang

AWALNYA saya menyangka Gu­bernur Su­ma­te­ra Barat Ir­wan Prayitno (se­lan­jutnya disebut IP) akan berada di garis paling depan untuk men­­­­d­ukung op­si pemilihan Ke­­pala Daerah (Gubernur, Bupati, Wa­likota) secara langsung oleh rakyat. Dan IP, menurut sang­kaan saya, akan menolak mentah-mentah pemilihan Kepala Derah melalui anggota DPRD.

Mengapa saya menyangka IP akan bersikap seperti di atas? Alasannya sederhana. IP adalah Gubernur Su­matera Barat produk pemilihan secara langsung oleh rakyat tahun 2010 lalu ketika berpasangan dengan Muslim Kasim sebagai Wakil Gubernur. Alasan lain yang menguatkan sangkaan saya adalah karena IP didukung penuh oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digembor-gemborkan cukup kuat di akar rumput.

Gubernur Memalukan Orang Minang

AWALNYA saya menyangka Gu­bernur Su­ma­te­ra Barat Ir­wan Prayitno (se­lan­jutnya disebut IP) akan berada di garis paling depan untuk men­­­­d­ukung op­si pemilihan Ke­­pala Daerah (Gubernur, Bupati, Wa­likota) secara langsung oleh rakyat. Dan IP, menurut sang­kaan saya, akan menolak mentah-mentah pemilihan Kepala Derah melalui anggota DPRD.

Mengapa saya menyangka IP akan bersikap seperti di atas? Alasannya sederhana. IP adalah Gubernur Su­matera Barat produk pemilihan secara langsung oleh rakyat tahun 2010 lalu ketika berpasangan dengan Muslim Kasim sebagai Wakil Gubernur. Alasan lain yang menguatkan sangkaan saya adalah karena IP didukung penuh oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digembor-gemborkan cukup kuat di akar rumput.

20 Titik Api Ada di Sumbar

KABUT ASAP TERUS MENYEBAR

Kabut asap terus menyebar di pelosok Sumbar, setelah “bersih” beberapa bulan terakhir. Realitas ini membuat warga mulai khawatir akan kondisi kesehatan mereka. Pemerintah diminta tanggap.

PADANG, HALUAN — Dinas Kehu­tanan (Dishut) Provinsi Sumbar menga­takan pihaknya mendeteksi 20 titik api ada di Sumbar dan menyebar di beberapa daerah, seperti Kabupaten Dharmas­raya, Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan. Keberadaan 20 hot spot tersebut terpan­tau melalui satelit NOAA (Na­tional Ocean and Atmos­pheric Administration) bersa­ma ratusan titik api yang ada di Su­matera Sela­tan dan Jam­bi, te­tang­ga Sumbar.